Pengelolaan Air

Posted on 11 Juni 2011. Filed under: Tak Berkategori |

Sirkulasi air

Diperkirakan di bumi ini terdapat 1,3-1,4 milyar km3 air, 97,5% berasal dari laut, 1,75% berbentuk salju (es) di kutub dan puncak gunung, 0,73% di daratan sebagai sungai, danau, air tanah, rawa, dan lain sebagainya, dan 0,001% berbentuk uap air yang terapung di udara.

Air di alam menunjukkan suatu rantai peredaran tertentu, dari uap air terbentuk awan, setelah mengalami kondensasi, menghasilkan hujan. Sebagian hujan menguap kembali ke atmosfer sebelum sampai ke permukaan bumi. Bagian yang sampai ke permukaan bumi dapat mengalir sebagai aliran permukaan (run off) atau merembes ke dalam tanah yang di sebut dengan infiltrasi. Air infiltrasi data bergerak terus ke lapisan tanah yang lebih dalam dari profil tanah kemudian berkumpul menjadi air tanah bebas (ground water). Aliran air permukaan dan air tanah bebas bergabung menjadi sungai yang menglir ke danau dan lautan, yang akhirnya air tersebut dapat menguap kembali untuk mengulangi sirkulasinya.

Pergerakan air dalam tanah yang terjadi akibat jenuh air tanah disebut interflow atau disebut juga aliran air tanah. Aliran air tanah berlangsung dalam akuifer di lapisan bumi. Apabila aliran ini muncul ke permukaan tanah di sebut ground water run off atau limpasan air tanah. Sirkulasi air yag berlansung secara kontinu anatara air laut, air daratan, dan air yang terdapat di udara akibat fluktuasi energi matahari disebut siklus hidrologi (hydrological cicle).

Siklus hidrologi berlangsung sebagai akibat :

  1. Evaporasi yang bersumber dari badan-badan air seperti lautan, danau, sungai, dan rawa-rawa yang menghasilkan uap air di atmosfer, sebagai sumber presipitasi.
  2. Transportasi sebagai sarana angkutan uap air dari daerah renggang uap air ke daerah yang rapat uap air. Hal ini juga dapat diartikan sebagai gerakan massa uap air di udara secara besar-besaran melalui ekuator dari satu benua ke benua lainnya.
  3. Kondensasi merupakan proses perubahan uap air menjadi embun akibat turunnya suhu, karena uap air naik ke atmosfer sampai pada ketinggian yang suhunya dibawah titik embun. Pada proses ini adanya inti higroskopis sangat besar peranannya. Akhir proses kondensasi terbentuknya presipitasi.
  4. Presipitasi, uap air yang mengkondensasi berupa awan melalui proses pendinginan dan penggabungan partikel-partikel air sampai batas tertentu akan jatuh ke permukaan bumi sebagai hujan, salju, embun, dan bentuk lain dari prespitasi.

Sirkulasi air ini tidak merata di permukaan bumi, karena perbedaan energy surya surya, unsure meteorology dan respitasi dari tahun ke tahun, dari musim ke musim. Sirkulasi air selain di pengaruhi oleh kondisi topografi dan litude. Oleh karena itu, timbul pemikiran untuk mencukupi kekurangan air daerah tertentu. Sebagai akibatnya lahirlah ilmu tentang sirkulasi air (hidrologi), yang penerapannya berbentuk ilmu irigasi.

Pentingnya Air Bagi Tanaman

Pertumbuhan tanaman sangat dibatasi oleh jumlah air yang tersedia dalam tanah, karena air mempunyai peranan penting dalam proses kehidupan tanaman. Kekurngan air akan mengganggu aktivitas fisiologis maupun morfologis, sehinnga mengakibatkan terhentinya pertumbuhan. Defisiensi air yang terus-menerus akan menyebabkan berbagai perubahan irreversible (tidak dapat balik) dan pada akhirnya tanaman mati.

Fungsi air bagi tanaman:

  1. Bagian dari protoplasma, biasanya air membentuk 85% sampai 90% dari berat keseluruhan bagian hijau tanaman (jaringan yang sedang tumbuh).
  2. Reagen yang penting dalam proses fotosintesis dan dalm proses hidrolitik, seperti perubahan pati menjadi gula.
  3. Pelarut garam, gas, dan berbagai material yang bergerak ke dalam tanaman, melalui dinding sel dan jaringan xylem serta menjamin kesinambungan.

Kebutuhan air tanaman, dinyatakan sebagai jumlah satuan air yang diserap per satuan berat kering yang dibentuk, atau banyaknya air yang diperlukan untuk menghasilkan satu satuan berat kering tanaman. Selama pertumbuhan tanaman terus-menerus mengisap air dari tanah dan mengeluarkannya pada saat transpirasi. Kehilanagan air pada tanaman dapat terjadi melalui transpirasi dan akibat sampingan fiksasi karbondioksida dalam proses pemecahan karbon dan oksigen (Williams, 1974).

Dalam tanah air berada di antara rongga-rongga tanah dan terikat oleh butiran tanah, dengan kekuatan yang ditentukan oleh banyaknya air yang dikandung oleh tanah tersebut, atau dengan kata lain besarnya gaya untuk memisahkan air dari partikel tanah.

Tanah yang terlalu banyak mengandung air menyebabkan berkurangnya udara di dalam tanah. Keadaan air dalam tanah yang terbaik adalah pada saat kapasitas lapang (field capacity). Titik batas yang paling kritis air disebut titik layu permanen, yaitu pada saat kondisi air dalam tanah tidak lai tersedia bagi tanaman dan tanaman mulai layu secara permanen.

Kehilangan air pada tanah dipengaruhi oleh:

  • Bentuk tajuk tanaman (kanopi)
  • Fase pertumbuhan
  • Kelembaban tanah
  • Jenis tanaman.

Kemampuan tanah untuk memegang air tergantung pada tekstur tanah. Tanah yang berpasir mempunyai kemampuan memegang air yang lemah dari pada tanah liat. Akan tetapi aerasi tanah pasir lebih baik daripada tanah liat. Kemampuan tanah pasir untuk memegang air dapat ditambah dengan bahan organik. Air yang tertinggal dalam tanah, yang tidak tersedia bagi tanaman dikenal sebagai air higroskopis dan air yang terikat secara kimia. Air higroskopis dipegang oleh partikel-partikel tanah sehingga sulit diserap oleh tanaman.

Gerakan air dalam tanah dipengaruhi oleh gradien hidrolik, gravitasi bumi, struktur tanah, tekstur tanah, jumlah air. Air kapiler bergerak melawan gravitasi bumi, karena gaya kapilaritas lebih besar dari gravitasi bumi. Hal tersebut disebabkan karena jumlah air yang berada dalam rongga antar partikel tanah belum melampui batas kemampuan partikel-partikel tanah tersebut untuk memegang air. Ketinggian yang dapat dicapai air berbanding terbalik dengan diameter pembuluh kapiler. Jadi makin halus pembuluh kapiler tanah makin tinggi (jauh gerakan air ke atas.

Efisiensi penggunaan air meningkat dengan tingginya kesuburan tanah. Artinya semakin banyak air yang diperlukan, karena absorpsi hara berjalan dengan kecepatan tinggi.

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: