Pemulian Tanaman

Posted on 11 Juni 2011. Filed under: Tak Berkategori |

 

“Persilangan Alami”

 

 

  1. 1.    Alat Perkembangbiakan Pada Bunga

Dalam sebuah bunga semurna (complete flower) terdapat dua organ yang sangat penting yaitu benang sari (anther) dan putik (stigma). Anther yang menghasilkan sel kelamin jantan yang lazim disebut pollen grain dan stigma sebagai organ kelamin betina menyediakan sel telur (egg cell). Penyerbukan (polunation) dapat berlangsung bila kedua sel itu matang atau cukup untuk melaksanakan pembiakan. Penyerbukan berlangsung dengan jatuhnya pollen grain ke stigma atau dapat berlangsung akibat adanya bantuan angin, serangga atau bantuan manusia untuk menjatuhkan pollen grain itu.yang penting dalam hal ini beradanya pollen grain pada kepala stigma. Apabila pollen grain sampai jatuh dikepala stigma, pollen grain akan lengket Karena ada cairan yang menahan agar pollen grain tidak lepas. Setelah beberapa menit, maka akan terjadi perkecambahan pollen dan selanjutnya terbebas sperm cell sebgai sel kelamin jantan. Sperm cell berkembang dan kemudian terjadi pembelahan sel dengan menghasilkan 2 sperm cell dalam pollen tube. Pollen tube terus tumbuh memnjang menuju microphyle, yang akhirnya mencapai egg cell dalam embrio sac. Tak lama kemudian 1 sperm cell memfusigkan diri dengan egg cell sehingga terbentuk satu sel yang haploid. Sperm cell yang satu berfusi diri dengan 2 polar nuclei daam embrio sac membentuk jaringan yang triploid karena berasal dari 1 haploid sperm cell dan 2 haploid polar nuclei, sehigga proses ini dengan triple fusion of nuclei. Sementara pembuahan itu female gematophyte menjai matang.

 

 

  1. 2.    Proses pembentukan gamet

Proses pematangan dari female gametohyte terjadi dalam ovul yang berasal dari embrio sac mother cell yang diploid dalam nucellus. Kejadian awal dari pembentukan sel yang diploid dalam embrio sac adalah pembelahan meiosis dengan cytokinesis (pembelahan sel yang diikuti oleh pembentukan dinding) sehingga menghasilkan 2 sel yang berintikan dengan pasangan kromosom separuh dari sel tubuh atau haploid. Pembelahan meosis terjadi dengan proses reduksi kromosom karena terjadi duplikasi kromosom sebeum di mulainya pembelahan sel seperti terjadi duplikasi mitosis. Dua sel yang haploid ini berkembang terus dengan membelah diri melalui proses mitosis tanpa cytokinesis sebanyak 3 kali dengan terbentuk 8 inti. Kemudian terjadi migrasi ke masing-masing kutub dan kemudian satu setiap kutub menuju ke sentral dengan membentuk 2 polar nuclei. Tiga inti yang mendekati kepala stigma menjadi 3 sel antipodal da kutub yang berdekatan dengan microphyle satu di antara inti menjadi egg cell dan dua yang lain membentuk sinergid sebagai pasangan dari egg cell yang berfungsi sebagai pengawal.

Pollen grain terbentuk dari organ generative microspore, kemudian pollen grain membelah diri untuk membentuk tube sel sebagai sel vegetative dan sperm cell sebagai sel generative. Pembentukan sperm cell melalui pembelahan meosis menghasilkan sel yang haloid bersamaan dengan pembentukan tetrad dari microspore mother cell. Selanjutnya sperm cell mengadakan pembelahan mitosis dengan cytokinesis (cell plate formation).

Pada prinsipnya rekayasa genetic dalam persilangan hamper saja dapat memenuhi semua keinginan manusia. Karakter suatu organisme akan bergantung pada penjumlahan keseluruhan gennya. Berdasarkan itu, produk bioteknologi dapat direncanakan dan dapat pula diramaikan apa yang akan di peroleh. Pokoknya melalui persilangan ini “pesanan karakter” untuk genersi berikutnya tidaklah terlalui sulit. Namun ada beberapa hal yang rumit dan sulit dikontrol, yaitu terbatasnya kecocokkan (incompatible) sel gamet bia persilangan itu dalam hubugan kerbat yang jauh, tetapi gen itu sangat di butuhkan untuk menghasilkan karakter unggul, seperti masa juvenile yang pendek dari kecambah sampai mampu menghasilkan bunga. Dalam persilangan pollen dan stigma adalah bahan baku mutlak, Karena penelitian yang dapat memotong masa juvenile yang panjang itu mendapat sasaran yang tak kalah pentingnya dengan penelitian persilangan tadi.

Bioteknologi yang menganut prinsipbrekayasa genetic dan tissue culture (kultur jaringan) sebagai mediator untuk pencapaian tujuan breeding itu merupakan factor yamg saling terkait satu sama lain. Pemotongan masa juvenile yang dramastis sulit dilakukan dalam kondisi insitu, karena berbagai kendala dan resiko kemandulan bunga. Pembedahan saluran pollen tube yang sempit sulit dilakukan pada kondisi alamiah, terhalangnya sperm cell menuju egg cell kadangkala juga dideteksi sebagai salah satu fator incompatible dalam suatu persilangan. Di amping ketidakcocokkan ukuran celah (microphyle) dengan sperm cell atau terlalu kecilnya micropyle pada ujung stigma juga menyebabkan persilangan sulit dan mustahil berlansung, sehingga terjadi penyatuan sper cell (sperm nucleus) dan egg cell nucleus) yang akan membentuk embryo.

 

 

Kesimpulan :

 

 

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: